Makassar — Dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba Sedunia (World Antimicrobial Awareness Week), Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Cabang Makassar bekerja sama dengan Program Studi Mikrobiologi Klinik dan Departemen Mikrobiologi menyelenggarakan kegiatan edukasi publik bertajuk “Antibiotik Bijak” yang berlangsung meriah di area Car Free Day Boulevard, Minggu (16/11/2025).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA ini melibatkan para Dokter Spesialis, dan Dokter Umum sebagai relawan edukator yang terjun langsung menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. Mengambil lokasi strategis di ruang publik terbuka, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat dalam suasana santai dan komunikatif.
Ketua Panitia kegiatan menyampaikan bahwa resistensi antimikroba merupakan ancaman serius bagi kesehatan global yang harus dihadapi bersama melalui perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik.
“Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih sangat tinggi. Melalui edukasi langsung seperti ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa antibiotik bukan obat untuk semua penyakit dan harus digunakan sesuai anjuran medis,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat mendapatkan berbagai informasi penting seputar penggunaan antibiotik yang benar, bahaya menghentikan pengobatan sebelum waktunya, larangan membeli antibiotik tanpa resep dokter, serta pentingnya menjaga kebersihan dan pencegahan infeksi sebagai langkah utama melawan resistensi. Edukasi dilakukan melalui diskusi ringan, pembagian leaflet, serta interaksi langsung antara tenaga medis dan pengunjung Car Free Day.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung dengan para dokter mengenai penggunaan obat yang selama ini mereka konsumsi. Tidak sedikit pula masyarakat yang baru menyadari bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal dan menyulitkan proses pengobatan di masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan peran tenaga kesehatan dalam menyukseskan Gerakan Nasional Antibiotik Bijak. Melalui keterlibatan aktif para Prof/Dr./dr., kegiatan ini menunjukkan sinergi kuat antara dunia akademik, profesi kesehatan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman resistensi antimikroba.
Menutup kegiatan, panitia menyampaikan harapan agar edukasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan berkelanjutan.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Jika semua pihak memahami dan menerapkan penggunaan antibiotik secara bijak, maka kita dapat melindungi generasi mendatang dari krisis resistensi antimikroba,” tutup panitia.
Dengan semangat kolaborasi dan edukasi berkelanjutan, PAMKI Makassar bersama seluruh mitra berkomitmen untuk terus menggaungkan pesan Antibiotik Bijak demi terwujudnya sistem kesehatan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Comments are closed