Makassar, 20 November 2024 – Dalam rangka memperingati World Antimicrobial Resistance (AMR) Awareness Week 2024, Perhimpunan Dokter Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Cabang Makassar menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kampanye Cuci Tangan dan Sosialisasi Bijak Penggunaan Antibiotik” di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas). Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PAMKI Cabang Makassar, dr. Lisa Tenriesa, M.Med.Klin., Sp.MK, bersama para residen Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan, pasien, dan pengunjung rumah sakit tentang pentingnya praktik cuci tangan sebagai langkah pencegahan infeksi, serta edukasi terkait penggunaan antibiotik secara bijak untuk mengurangi risiko resistensi antimikroba.
Dalam sambutannya, dr. Lisa Tenriesa menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam memerangi resistensi antimikroba. “Cuci tangan adalah langkah sederhana tetapi sangat efektif untuk mencegah penyebaran infeksi. Ditambah dengan penggunaan antibiotik yang rasional, kita dapat bersama-sama melawan ancaman resistensi antimikroba,” ungkapnya.
Acara dimulai dengan demonstrasi enam langkah cuci tangan yang benar, diikuti dengan kampanye interaktif bersama para residen Mikrobiologi Klinik FK Unhas. Peserta diajak untuk memahami bagaimana kebersihan tangan yang baik dapat mencegah penyebaran bakteri berbahaya, termasuk yang resisten terhadap antibiotik.
Selain itu, sesi sosialisasi tentang bijak menggunakan antibiotik juga mendapat perhatian besar. Para residen menjelaskan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan memberikan tips kepada masyarakat untuk mengenali kapan antibiotik benar-benar diperlukan.
Acara ini mendapatkan sambutan positif dari peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan, pasien, dan pengunjung RS Unhas. Kegiatan ini juga sejalan dengan tema global World AMR Awareness Week 2024: “Educate, Advocate, Act Now”.
PAMKI Cabang Makassar berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat akan bahaya resistensi antimikroba dapat terus meningkat, sehingga langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi dapat dilakukan dengan lebih efektif di seluruh lapisan masyarakat.





Comments are closed